Sumber
daya manusia pada hakekatnya merupakan salah satu modal dan memegang suatu
peran yang paling penting dalam mencapai tujuan perusahaan. Oleh karena itu,
perusahaan sangat perlu untuk dapat mengelola sumber daya manusia yang
dimilikinya dengan sebaik mungkin. Hal demikian merupakan salah satu kunci
sukses bagi suatu perusahaan dalam mewujudkan keseimbangan antara kebutuhan
karyawan dengan tuntutan dan kemampuan perusahaan, agar keseimbangan dapat
berkembang secara produktif dan wajar (Mangkunegara, 2009). Data Badan
Pusat Statistik melaporkan pertumbuhan ekonomi pada triwulan II tahun 2013
mencapai 5,81%, dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi pada triwulan I tahun
2012. Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku pada triwulan II
tahun 2013 mencapai Rp. 2.210,1 triliun, sedangkan PDB atas dasar konstan 2000
mencapai Rp. 688,9 triliun (wartaekonomi.co.id, 2013).
Dalam
perusahaan harus terdapat suatu departemen yang dalam pelaksanaan tugasnya
adalah mengatur fungsi perencanaan sumber daya manusia. Dalam melaksanakan
tugas tersebut, maka departemen yang bersangkutan akan mengkalkulasikan perihal
jumlah karyawan yang akan diberikan wewenang dalam hal jabatan atau tanggung jawab
pekerjaan. Dengan demikian, job design dan job analysis diperlukan oleh suatu
perusahaan agar kinerja pekerjaan bisa dilaksanakan secara efektif. Ivancevich
(2007, 183) menyatakan bahwa job design merujuk pada tahap pertama saat
manajemen menciptakan suatu pekerjaan dengan merinci tugas dan tanggung
jawabnya.
Desain pekerjaan (job design) menurut Gibson dkk. (2006) dinyatakan sebagai suatu
proses dimana manajer memutuskan tugas pekerjaan individu maupun wewenangnya.
Desain pekerjaan melibatkan keputusan dan tindakan manjerial yang menspesifikasikan
tujuan “job depth, range and relationships” untuk memuaskan kebutuhan organisasi maupun
kebutuhan sosial dan pribadi dari pekerjaan yang diembannya.
Simamora (2004:116) mengatakan desain pekerjaan adalah proses penentuan tugastugas yang akan dilaksanakan, metode-metode yang digunakan untuk melaksanakan tugastugas ini, dan bagaimana pekerjaan tersebut berkaitan dengan pekerjaan lainnya di dalam
organisasi. Desain pekerjaan memadukan isi pekerjaan (tugas, wewenang dan hubungan)
balas jasa dan kualifikasi yang dipersyaratkan (keahlian, pengetahuan dan kemampuan) untuk
setiap pekerjaan dengan cara memenuhi kebutuhan pegawai maupun perusahaan. Pekerjaan
yang tidak sesuai dengan keahlian akan sangat sulit untuk dilaksanakan oleh pegawai. Desain
perkerjaan haruslah dirancang dengan sebaik mungkin dengan mempertimbangkan elemenelemen yang mempengaruhi desain pekerjaan.
Dalam suatu organisasi sering terjadi masalah, dan masalah
yang sering kali muncul pada suatu perusahaan yaitu adanya tumpang tindih tugas
dan tanggung jawab antara satu karyawan.dengan karyawan lain. Oleh karena itu rancangan kerja sangat diperlukan terutama dalam suatu organisasi, karena dengan adanya rancangan kerja akan mempermudah pekerjaan seseorang dan meminimalisir adanya tumpang tindih pekerjaan antar karyawan.
Didalam rancangan kerja mencakup berbagai aspek pekerjaan, seperti tujuan pekerjaan, wewenang, tugas dan tanggung jawab tiap keryawan. Desain pekerjaan sangat penting dan bermanfaat oleh pegawai untuk mencapai efektifitas dan efesiensi kerja. Adapun pentingnya desain kerja tersebut bagi para pegawai dilatar belakangi oleh beberapa alasan, di antaranya adalah sebagai berikut :
- Semangat kerja dalam spesialisasi yakni: tingginya produktifitas dari para pekerja yang tidak mempunyai keterampilan memerlukan waktu yang tidak banyak dalam latihan, mudah untuk mengganti dan pimpinan dalam pelaksanaan pekerjaan.
- Dilihat dari motivasi dan semangat kerja terdiri dari: tingginya produktivitas dan tantangan pekerjaan berkurangnya ketidak hadiran, kurangnya pergantian, tingginya kualitas produksi, banyaknya pegawai yang memberikan ide-ide dan gagasan serta saran-saran dan tingginya kepuasan kerja dari pada pegawai.
Keberhasilan mendesain pekerjaan dalam suatu organisasi, banyak sedikitnya dipengaruhi oleh factor yang berasal dari dalam organisasi ,maupun factor dari luar organisasi itu sendiri. Flippo melihat factor-faktor yang dapat mempengaruhi desain pekerjaan tersebut dimulai dari isi masing-masing speliasisasi pekerjaan dan bentuk operasi yang berulang-ulang, pertukaran tekhnologi, kebijaksanaan tenaga kerja, kemampuan para personil, tersedianya kesanggupan pegawai, interaksi masing-masing kepentingan dalam pekerjaan dan system , serta psikologi dan kebutuhan social setiap manusia yang ditemukan dalam bekerja.
Desain pekerjaan merupakan faktor penting dalam manajemen terutama manajemen operasi karena selain berhubungan dengan produktifitas juga menyangkut tenaga kerja yang akan melaksanakan kegiatan perusahaan (Sulipan, 2000). Desain pekerjaan mutlak dimiliki oleh setiap perusahaan karena dalam desain pekerjaan yang dilakukan adalah merakit sejumlah tugas menjadi sebuah pekerjaan agar pekerjaan yang dilakukan menjadi terarah dan jelas
Keberhasilan mendesain pekerjaan dalam suatu organisasi, banyak sedikitnya dipengaruhi oleh factor yang berasal dari dalam organisasi ,maupun factor dari luar organisasi itu sendiri. Flippo melihat factor-faktor yang dapat mempengaruhi desain pekerjaan tersebut dimulai dari isi masing-masing speliasisasi pekerjaan dan bentuk operasi yang berulang-ulang, pertukaran tekhnologi, kebijaksanaan tenaga kerja, kemampuan para personil, tersedianya kesanggupan pegawai, interaksi masing-masing kepentingan dalam pekerjaan dan system , serta psikologi dan kebutuhan social setiap manusia yang ditemukan dalam bekerja.
Desain pekerjaan merupakan faktor penting dalam manajemen terutama manajemen operasi karena selain berhubungan dengan produktifitas juga menyangkut tenaga kerja yang akan melaksanakan kegiatan perusahaan (Sulipan, 2000). Desain pekerjaan mutlak dimiliki oleh setiap perusahaan karena dalam desain pekerjaan yang dilakukan adalah merakit sejumlah tugas menjadi sebuah pekerjaan agar pekerjaan yang dilakukan menjadi terarah dan jelas. Manfaat desain pekerjaan memiliki tujuan agar :
· Efisiensi operasional, produktifitas dan kualitas pelayanan menjadi optimal.· Fleksibilitas dan kemampuan melaksanakan proses kerja secara horizontal dan hirarki.
· Minat, tantangan, dan prestasi menjadi optimal.
· Tanggung jawab tim ditetapkan sedemikian rupa, sehingga bisa meningkatkan kerja sama dan efektifitas tim
· Integrasi kebutuhan individu karyawan dengan kebutuhan organisasi.
Teknik Desain Pekerjaan
Menurut Simamora (2004:118) teknik-teknik desain pekerjaan dapat dilakukan dengan
cara :
- Simplikasi pekerjaan Simplikasi pekerjan merupakan suatu teknik desain pekerjaan yangmengarah kepada pekerjaan yang sangat terspesialisasi. Ini berarti pekerjaan disederhanakan atau dipecah-pecah menjadi bagian terkecil, biasanya terdiri dari beberapa operasi. Pekerjaan dapat dilakukan secara bersama-sama sehingga pekerjaan dapat dikerjakan secara lebih cepat. Resiko simplikasi pekerjaan adalah bahwa pekerjaan-pekerjaan bisa menjadi terspesialisasi sehingga menimbulkan kebosanan yang tinggi.
- Rotasi pekerjaan Teknik desain pekerjaan dengan memungkinkan adanya rotasi pekerjaan akan membuat seorang pegawai secara sistematis berpindah dari satu posisi ke posisi atau pekerjaan yang lainnya di dalam organisasi. Dengan teknik ini akan membuat pegawai tidak merasa bosan dan banyak bidang pekerjaan yang akan diketahuinya. Namun tingkat produktivitas akan rendah, hal ini disebabkan karena para pegawai yang baru pindah ke pekerjaannya yang baru akan terlebih dahulu menyesuaikan diri dan memahami pekerjaannya.
- Pemekaran pekerjaan Pemekaran pekerjaan merupakan suatu teknik desain pekerjaan dengan mengadakan perluasan kerja. Perluasan kerja merupakan kebalikan dari simplikasi pekerjaan. Pekerjaan diperluas sampai pada tingkat dimana bagian-bagian yang berkaitan erat dan saling mendukung diselesaikan oleh seorang pegawai atau bagian. Hal ini sangat mengurangi tingkat kebosanan dan akan meningkatkan kepuasan kerja. Tingkat kebosanan yang turun dan meningkatkan kepuasan kerja disebabkan banyaknya variasi pekerjaan bagi pegawai yang akan menambah arti dan tanggung jawab pekerjaan. Pemekaran pekerjaan bersifat horizontal, maksudnya pemekaran pekerjaan ditujukan kepada pekerjaan-pekerjaan yang sederajat yang masih mempunyai kesamaan fungsi, tugas dan tanggung jawabnya.
- Pemerkayaan Pekerjaan Pemerkayaan pekerjaan merupakan penambahan tugas dan tanggung jawab dari para pegawai. Pemerkayaan pekerjaan dirancang untuk mengurangi kebosanan yang sering menjadi masalah dalam pekerjaan yang berulang-ulang. Program ini memberikan lebih banyak otorisasi untuk melaksanakan pekerjaan dan pengambilan keputusan dan meningkatkan tanggung jawab. Pemerkayaan pekerjaan bersifat vertikal, maksudnya pemerkayaan pekerjaan ditujukan kepada pekerjaan-pekerjaan yang berada di atasnya yang masih mempunyai fungsi yang bersamaan.
Informasi
mengenai deskripsi pekerjaan untuk semua jabatan terdapat pada tujuan
pekerjaan, wewenang, tugas dan tanggung jawab. Sedangkan informasi mengenai
spesifikasi pekerjaan terdapat pada keahlian yang dibutuhkan, pendidikan yang
dimiliki dan kemampuan dasar yang harus dimiliki..


Tidak ada komentar:
Posting Komentar